Dek, salju dek, salju!!!! Saya membangunkan si Bungsu antusias. Sudah lama sekali tidak turun salju di sini. Beberapa hari lalu sempat turun salju tipisssss yang nggak sempat menumpuk dan meleleh dalam hitungan menit.

Senangnya pagi-pagi bangun lihat salju sudah tebal. Tadi malam pas tidur malah nggak tahu kalau salju turun.
Horeee, salju!!!

Saking minimnya salju, di winter tahun lalu saya sempat mendapatkan kritik dari guru senior di tempat kerja. Gara-garanya saya membuat prakarya boneka salju bersama anak-anak di kelas. Menurut beliau, anak-anak harus diberikan tugas sesuai pengalaman hidupnya. Kalau mereka tidak pernah/jarang lihat salju, dan tidak pernah bikin snowman, prakarya snowman itu nggak relevan. Makanya senang banget kali ini salju turun dan cukup tebal – tadi pagi saya ukur kira-kira 5 atau 6 centimer dalamnya.

Waktu saya pindah ke Belanda, saya berpikir kalau salju itu pasti turun di setiap musim dingin. Ternyata nggak juga. Apalagi dengan terjadinya pemanasan global, 15 tahun lalu winter itu bisa -7 derajat Celcius. Winter tahun ini hanya 8 atau 9 derajat!!

Langitnya saja putih. Cantik ya!

Kata Pak Suami, salju itu bisa turun kalau suhu udara konstan di bawah 5 derajat. Kalau dalam suhu yang rendah hujan turun, hujan ini turun dalam bentuk kristal es, jadilah salju. Jadi kalau winternya nggak dingin, ya bukan winter namanya hehe. Pak Suami juga menjelaskan kalau sedang bersalju, semua terlihat berpendar, karena sinar matahari dipantulkan oleh si butir-butir salju ini. Makanya langit juga jadi terlihat putih kalau semua ditutup salju.

Cantik tapi menyusahkan

Table of Contents

Meskipun salju ini cantik, tapi dia juga menyusahkan. Salju ini nggak selamanya putih, kalau sudah seharian dan sudah agak mencair, saljunya jadi tercampur dengan lumpur. Dan salju yang sudah diinjak-injak akan memadat, lalu berubah menjadi lapisan es dan membuat jalan menjadi sangaaaaaat licin. Dulu sih biasanya kami punya sepatu khusus winter yang sol-nya ada grip-nya supaya tidak mudah tergelincir. Tapi karena tahun-tahun belakangan winter nggak pernah terlalu dingin, jadi kami pakai sepatu biasa di winter sekalipun. Jadi kalau jalan harus ekstra hati-hati.

Hutan kecil di belakang kami. Bukit kecil itu bakal jadi tempat main seluncuran buat anak-anak kalau lagi bersalju gini.

Bukan cuma pejalan kaki yang harus hati-hati dengan licinnya jalan di saat bersalju. Sepeda bahkan mobil pun rawan tergelincir! Baru saja tadi pagi saat kami harus beli kue taart untuk perayaan ulangtahun si Bungsu hari ini, mobil kami hampir saja selip waktu sedang belok, padahal beloknya pelan-pelan lho! Biasanya pemerintah akan membersihkan jalan-jalan besar dengan mobil khusus dan menabur garam supaya jalan tidak licin.

Dingin-dingin, licin dan naik sepeda. Brrrrr…. 🥶🥶

Untuk pemilik mobil, salju dan winter pada umumnya juga jadi urusan tambahan terutama di pagi hari. Winter kali ini benar-benar tidak dingin (sempat 12 derajat), jadi kaca mobil jarang membeku. Tapi dalam winter yang normal, biasanya kami butuh minimal 10 menit untuk membersihan salju dari kaca mobil. Kalau saljunya sudah mengeras jadi es, bisa butuh waktu yang lebih lama lagi. Plus karena di dalam mobil suhunya lebih hangat daripada di luar, kaca mobil berembun dari dalam. Aduh, kalau udah buru-buru mau antar anak ke sekolah dan harus 10 menit memanaskan mobil dan membersihkan es di suhu yang rendah, rasanya stress banget!

Untung pas masih libur, semoga hari Senin nggak beku-beku banget karena udah harus kembali kerja.

Stop pemanasan global

Meskipun saya nggak pro pro banget dengan urusan lingkungan, tapi memang dampak pemanasan global ini membuat saya ikut kuatir. 15 tahun tinggal di Belanda saya melihat sendiri betapa besarnya perubahan suhu dalam waktu yang sangat singkat ini. Sedikit salju, winter yang hangat, suhu ekstrim di musim panas (bisa sampai 45 derajat!) adalah bukti nyata kalau bumi kita tidak baik-baik saja. Apalagi untuk kami yang tinggal di Belanda yang ketinggian tanahnya sebenarnya di bawah ketinggian permukaan laut. Kalau kutub Utara meleleh semua, tenggelam deh rumah saya.

Jadi meskipun repot, kami senang salju turun. Hari ini si Bungsu merayakan ultahnya yang sudah berlalu dua minggu lalu. Dia mengundang 3 teman baiknya ke rumah. Dan karena ada salju, jadi bisa main deh di luar. Kalau nanti mereka bikin boneka salju, saya bagi di sini fotonya ya!

One thought on “White New Year!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *