Hari ini Belanda merayakan hari ulang tahun Raja, yang dikenal sebagai Koningsdag. Koningsdag adalah hari raya nasional yang dirayakan setiap tahun untuk menghormati pemimpin Kerajaan Belanda. Tradisi ini dimulai sejak tahun 1885, dengan sebuah perayaan ulangtahun Ratu Juliana. Hanya saja pada waktu itu, istilah yang digunakan adalah Prinsessedag (Hari Putri).

Sejak pemerintahan Ratu Wilhemina di tahun 1891, Prinsessedag berubah namanya menjadi Koninginnedag (Hari Ratu). Dan waktu pemerintahan Belanda diwariskan dari Ratu Beatrix kepada Raja Willem-Alexander di tahun 2012, Koninginnedag berubah menjadi Koningsdag (Hari Raja).

Hari ulangtahun Raja ini dirayakan tepat pada hari kelahiran sang raja/ratu, kecuali pada pemerintahan Ratu Beatrix. Ratu Beatrix menetapkan Koninginnedag untuk tetap dirayakan setiap tanggal 30 April untuk menghormati ibunya (itu adalah hari ulangtahun Ratu Wilhemina). Tapi ada pertimbangan yang lain: ulangtahun Ratu Beatrix jatuh pada tanggal 31 Januari, yang jatuh di musim dingin – tidak praktis untuk orang banyak berkumpul di luar.

Perayaan semua orang

Ulangtahun Raja ini merupakan perayaan seluruh bangsa, seluruh kota di seantero Belanda akan melakukan perayaan yang meriah pada Koningsdag ini. Bisa dibilang, pada hari ini lah orang Belanda menunjukkan identitas kebangsaan mereka. Mereka akan mengibarkan bendera nasional di depan rumah, menggunakan atribut berwarna oranye dan berkumpul di pusat-pusat perayaan Koningsdag.

Ulangtahun Raja ini bukanlah milik sang Raja pribadi, tetapi menjadi momen nasionalisme bangsa. Setiap tahun Raja Willem-Alexander berserta keluarganya akan mengunjungi sebuah kota dan mengikuti perayaan Koningsdag di sana. Acara Koningsdag biasa dimulai dengan menyanyikan lagu selamat ulangtahun untuk raja, tetapi setelah itu semua bukan tentang sang raja lagi – tetapi menjadi perayaan semua orang.

Pesta Koningsnacht di Den Bosch tahun 2019. Pesta tipikal seperti ini biasanya diadakan di pusat kota, yang mana saya dan keluarga tidak pernah mengikutinya. Foto: koningsdag27april.info

Biasanya Koningsdag dirayakan selama satu-setengah hari; dimulai dengan Koningsnacht (malam Koningsdag) yang resmi dimulai sejak jam 18 di hari sebelumnya (tanggal 26 April). Di pusat-pusat kota/desa akan ada pesta, pertunjukkan musik dan minum bir bersama, lalu sebagian orang akan sudah mulai mempersiapkan vrijmarkt (pasar kaget) yang merupakan inti dari perayaan Koningsdag.

Koningsdagspelen

Hal yang tipikal lainnya adalah Koningsdagspelen atau Permainan Koningsdag yang biasanya dilakukan satu hari penuh di sekolah. Anak-anak datang ke sekolah mengenakan baju dan asesoris berwarna oranye, dan hari itu mereka tidak perlu belajar tetapi bermain dan melakukan pertandingan-pertandingan.

Permainan dan pertandingannya sangat mirip dengan permainan 17-an. Silakan baca di sini ya.

Vrijmarkt

Hal yang paling unik yang membedakan Koningsdag dari hari perayaan lainnya adalah vrijmarkt atau pasar bebas/pasar kaget. Semua warga diperbolehkan menggelar tikar dan menjual semua barang bekas yang tidak mereka perlukan lagi di vrijmarkt ini. Ada jalan-jalan khusus yang dialokasikan untuk vrijmarkt, dan warga bisa mulai berjualan sejak malam sebelum Koningsdag (jam 18.00), sampai jam 18.00 pada hari Koningsdag.

Kesempatan mengosongkan rumah

Biasanya yang dijual adalah barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi di rumah, semacam garage-sale berskala nasional! Dan karena Koningsdag ini jatuh di musim semi, waktunya juga pas dengan momentum banyak orang untuk de-cluttering (spring cleaning). Sampah-sampah yang mereka kumpulkan pada saat decluttering, akan dijual di vrijmarkt, untuk kemudian menjadi ‘sampah’ di rumah orang lain, LOL.

Mulai dari baju, buku, sampai mainan gratis dari MacDonald dijual di sini!

Baju yang sudah kekecilan, mainan, dan buku-buku bekas adalah barang-barang tipikal yang bisa ditemui di sepanjang jalan di vrijmarkt. Ada juga yang menjual barang-barang elektronik seperti vacuum cleaner, telepon seluler, komputer, mesin jahit, dan lain-lain. Atau barang lain seperti panci, dekorasi rumah, lukisan kecil dan sebagainya.

Kadang ada juga barang yang unik, contohnya ini: laptop versi awal 😁

Tapi rata-rata yang dijual adalah barang-barang yang relatif kecil ukurannya (bukan perabotan seperti meja atau kursi). Selain tidak memakan banyak ruang tikar yang digelar, barang-barangnya juga harus dengan mudah dibawa-bawa oleh sang pembeli yang pastinya masih ingin melihat-lihat barang di penjual yang lain.

Di sore hari kala Koningsdag usai, sang penjual bisa merapikan barang dagangannya yang belum laku dan membawanya pulang ke rumah, atau… atau membiarkan barang-barang yang memang mereka ingin buang itu tetap ada di lokasi vrijmarkt.

Setelah vrijmarkt resmi ditutup, dinas kebersihan kota akan datang membersihkan sampah dan barang-barang yang ditinggalkan itu. Jadi memang vrijmarkt ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk membuang barang. Karena kita bisa secara ‘gratis’ dan praktis menitipkan sampah kepada para petugas kebersihan.

Asyiknya berbelanja dan latihan berniaga

Belanja di Koningsdag itu ya asyik karena harganya harus murah meriah. Kalau beli barang yang harganya sama mahalnya dengan belanja barang bekas di Facebook Marketplace ya kurang seru. Justru di Koningsdag ini kita bisa membeli barang-barang dengan harga fantastis. Alasannya adalah karena biasanya memang yang dijual adalah barang-barang yang sudah ingin ‘disingkirkan’ oleh pemiliknya.

Saya sendiri hanya memberikan budget ‘receh’ untuk dibelanjakan anak-anak di vrijmarkt. Si Bungsu sempat kecewa karena mainan Playmobil yang dia taksir ternyata melebihi budget yang dia miliki. Tapi dia segera senang kembali ketika menemukan kalung cantik yang harganya hanya 10 cent saja! Sisa uangnya dibelikan suikerspin (cotton candy).

Tidak terlalu banyak yang jual makanan, tapi kalau berjualan makanan yang ‘pas’ dengan selera pengunjung, bisa laris luar biasa! Bapak ini menjual suikerspin (permen kapas) untuk mengumpulkan dana bagi para pengungsi.
Senangnya si Bungsu jajan suikerspin 🥰

Untuk abangnya yang tidak telaten berbelanja, si Bungsu memilihkan 13 eksemplar Donald Duck bekas yang harganya hanya 1 Euro. Sisa uangnya dibelikan si Sulung hotdog – karena dia tidak suka suikerspin.

Untuk pihak penjual, Koningsdag adalah kesempatan untuk melatih kemampuan anak-anak untuk berniaga. Keluarga yang ikut berjualan harus menggelar jualannya dari pagi sampai sore hari. Sepanjang hari anak-anak ini harus bertahan di hari yang masih dingin; ada yang membawa selimut dan bergelung di dalamnya sambil menunggu pembeli 😄.

Biasanya orangtua akan menyerahkan tugas menawarkan barang dan bertanstraksi kepada anak-anaknya. Bukan hanya berjualan barang bekas, ada juga yang memanfaatkan momen ini untuk berjualan homemade food, minuman, atau juga menjual kemampuan seperti bermain musik!

Belajar ‘ngamen’ di Koningsdag.
Stand makanan profesional dibatasi jumlahnya. Tapi nggak di Belanda kalau Koningsdag nggak makan ikan!

Beberapa anak-anak membuka stand ‘permainan’ sederhana seperti memancing bebek, atau melempar bola ke tumpukan kaleng dan semacamnya. Untuk bisa bermain, pengunjung harus membayar ‘tiket’ 20 atau 30 cent. Yang berhasil menjatuhkan kaleng misalnya, bisa mendapatkan hadiah barang-barang bekas dari penjual.

Tradisi yang mengikat bangsa

Bisa dibilang, Koningsdag adalah satu-satunya hari nasional yang mengikat seluruh penduduk Belanda secara emosional. Bila dibandingkan dengan Indonesia, mungkin Koningsdag ini hampir serupa dengan perayaan hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Belanda sendiri merayakan hari Kemerdekaan setiap tanggal 5 Mei, yang merupakan peringatan kebebasan mereka dari pendudukan NAZI/Jerman pada Perang Dunia II. Tetapi biasanya tidak ada perayaan besar-besaran secara nasional atau di setiap pelosok kota. Hanya ada peringatan yang sifatnya khusuk dan khidmat untuk memperingati para korban, dan perayaan ini biasanya diadakan oleh tingkat pemerintah saja.

Ada banyak orang yang berpendapat bahwa kehadiran keluarga kerajaan sudah tidak kontekstual dan tidak diperlukan lagi di jaman modern ini. Mereka berpendapat bahwa kerajaan sudah perlu dihapuskan. Dengan demikian rakyat bisa membayar pajak lebih kecil karena tidak perlu membiayai keluarga kerajaan dan segala tradisi yang berkaitan dengannya.

Haruskah sistem kerajaan di Belanda dihapuskan?

Namun demikian, justru Kerajaan Belanda dan tradisi seperti Koningsdag inilah yang sampai saat ini ikut memelihara kebersamaan dan identitas rakyat Belanda sebagai ‘Bangsa Oranje’. Di dalam kehidupan masyarakat modern yang semakin hari semakin individualistis, perayaan Koningsdag memberikan kesempatan sesaat untuk berbaur bagi warganya yang sehari-hari sibuk dengan urusan masing-masing.

Penutup

Sebagai seorang yang tidak suka keramaian, saya tidak terlalu antusias menyambut Koningsdag. Tapi karena sudah ada anak-anak dan mereka perlu juga diberikan exposure kepada negara dan budaya tempat mereka tinggal, jadi ya gpp lah setahun sekali ikut berjubelan dengan orang-orang.

Beberapa hari setelah Koningsdag, si Sulung yang suka garing sendiri (mirip emaknya) tiba2 sok-sok berjualan waktu kami sedang jalan-jalan di pusat kota. “Citrun 1 Euro, citrun 1 Euro”, katanya menjajakan citrun yang dia temukan di jalan 😆.

Tentu saja Mamanya malu melihatnya, tapi ya sudahlah dibiarkan saja. Mungkin ini modal mental untuk Koningsdag tahun depan, siapa tahu keluarga kami akhirnya bisa (nggak malas) berjualan, sekalian merapikan rumah yang sudah penuh dengan mainan.

7 Thoughts on “Koningsdag!

  1. Dea seru banget, aku juga suka jalan-jalan ke flea market gitu, berasa achievement kalau bisa belanja murah 😀
    Di Malaysia ada juga libur hari ulang tahun raja, tapi ga diperingatin kaya gini hehe, tapi lumayan la nambah public holiday.

    Mungkin tahun depan Dea bisa ikut jualan makanan, khas Indonesia gitu, kayanya bakal laku keras

  2. Wah, rame ya!?… Unik juga “jualan kemampuan”. Mungkin si Sulung bisa dikaryakan tahun depan? Kecuali kl ternyata citrunnya ditanem trus taun depan dah panen banyak… 🤔 Hihihihi… 🤗

  3. Kayanya meriah ya teh. Jadi pengen lihat sendiri. Sepertinya masyarakat Belanda jadi minim sampah ya karena tiap tahun ada garage sale nasional gini.

  4. Aku jadi googling kenapa Belanda warna negaranya oranje sementara benderanya nggak ada oren-orennya. Ternyata itu nama keluarga kerajaan Belanda toh :’)

    Pantes Koningsdag oren semua. Ternyata literaly merayakan nama rajanya. Hehe.

  5. Jadi Oranye itu warna atau nama? Ayo tahun depan jualan aja, kan lumayan ngosongin rumah/buang sampah. Dan karena basically udah mau dikasihin, bisa juga kali bikin harga sangat murah, jadi pasti kalau ada yg butuh akan langsung beli.

    Coba ya kalau di Indonesia 17-an pake jualan barang bekas, apakah kira-kira malah jadi omongan tetangga kalau si A kenapa jualannya cuma mainan yg udah rusak, kenapa yg masih bagus ga dijual, dsb dst. Eh kok jadi gosip hahaha…

  6. Meriah sekaliiii… Seru.. Dapet donal duck banyak banget ya ituu

    Tehh nama nama belanda itu bikin saya penasaran gimana pengucapannya, nulisnya kayanya susah banget 😆

  7. Waaaa seruuuuu bangettttttt. Penasaran banget sama pasar kagetnya, kalau ke garage sale gitu suka berharap dapat ‘harta karun’ hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *